Tips Memilih Baby Monitor Yang Bagus

Baby monitor atau monitor bayi sering disebut pula dengan istilah alarm bayi. Baby monitor adalah system audio dan video yang digunakan untuk memantau dari jarak jauh suara dan gerak yang dibuat oleh bayi seperti suara tangisan, gerakan kaki dan tangan, atau sumber audio video lain yang berasal dari ruangan dimana bayi berada. Monitor bayi digunakan untuk memantau keadaan si bayi jika posisi orang tua dan bayinya berada di kamar yang berlainan.

Baby monitor terdiri dari satu unit pemancar (transmitter) yang dilengkapi dengan mikrofon dan kamera yang diletakan dekat bayi, serta satu unit penerima (receiver) yang dilengkapi speaker dan monitor. Pemancar akan mentransmisikan via gelombang radio setiap sinyak audio video yang ditangkap ke unit penerima yang ada di dekat orang tua atau pengasuhnya. Beberapa baby monitor yang bagus ada juga yang dilengkapi fitur tambahan seperti komunikasi dua arah dan playback music.

Macam-macam baby monitor

Setidaknya ada empat macam baby monitor, yaitu : baby sound monitor, baby video monitor, baby motion monitor dan prenatal sound monitor. Selain itu juga bisa dibedakan antara baby monitor dengan kabel dan baby monitor nirkabel (wireless). Intinya monitor bayi yang dijual dipasaran punya banyak varian. Karena itu sangat penting artinya untuk mengetahui pilihan apa saja yang tersedia di pasaran, serta bagaimana cara memilih baby monitor terbaik diantara banyaknya pilihan.

Manfaat baby monitor

Salah satu manfaat baby monitor adalah memberi rasa tenang pada orang tua atau pengasuh, karena mereka dapat langsung mengetahui kondisi bayi terkini meskipun mereka berada di ruangan berbeda. Orang tua atau pengasuh tidak perlu secara fisik berjalan menghampiri ruangan dimana bayi berada, manakala terdengar suara aneh atau mencurigakan. Dengan hanya melihat pada baby video monitor, orang tua dapat mengetahui kondisi riil bayinya itu.

Manfaat baby monitor lainnya adalah orang tua bisa lebih antisipatif manakala terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

baby monitor yang bagusMonitor bayi pertama kali dibuat pada akhir tahun 1930-an oleh Norman Emerick. Penemuan baby monitor didahului oleh pemberitaan besar-besaran tentang kasus penculikan bayi berumur 20 bulan bernama Charles Jr. putra dari keluarga Charles Lindbergh.

Walau tidak merasa terancam dengan penculikan, banyak keluarga tetap menggunakan monitor bayi agar bisa secepatnya mengetahui jika bayinya menangis, terbangun dari tidur dll. Baby monitor yang bagus dapat mengirimkan suara lemah sekalipun hingga ratusan meter, serta memberi alarm agar orang tuanya terbangun meski yang bersangkutan dalam kondisi kantuk berat. Baby monitor tersedia dalam bentuk analog maupun digital.

Pertimbangan sebelum memilih monitor bayi

Gunakan beberapa pertimbangan dibawah ini untuk menemukan baby monitor yang bagus dan paling sesuai dengan kondisi Anda.

  1. Kejernihan suara (sound clarity). Kritik paling umum terhadap baby monitor adalah soal kejernihan suara dari perangkat yang bersangkutan. Gangguan yang berkaitan dengan kejernihan suara merupakan masalah yang banyak ditemukan pada baby monitor yang kurang bagus. Penyebabnya bisa jadi adanya perangkat elektronik lain (tv, telepon, internet) yang menggunakan saluran yang sama dengan monitor bayi. Kejelasab suara dan sedikitnya ganguan merupakan prasyarat utama untuk monitor bayi yang baik.
  2. Indikator baby monitor. Pada bagian ini pertimbangkan beberapa indikator baby monitor seperti : lampu suara, lampu malam, indikator baterai lemah, indikator diluar jangkauan dll.
  3. Fitur suhu ruangan. Ini untuk memastikan bayi Anda berada dalam suhu kamar yang aman. Tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin.
  4. Kabel dan nirkabel. Sebagai alat pemantau bayi, baby monitor juga harus bisa digunakan dengan se-fleksibel mungkin. Karena itu pilih monitor bayi yang tanpa kabel (nirkabel) karena lebih simple dan lebih aman.
  5. Night vision infra red. Dengan fitur ini Anda tetap dapat memantau kondisi bayi secara visual meskipun kamar bayi dalam keadaan gelap (misalnya saat tidur malam).
  6. Sumber daya. Pilihan untuk sumber daya adalah menggunakan adaptor AC, baterai isi ulang ataukah baterai biasa. Jika menggunakan baterai biasa perhitungkan juga biaya yang harus dikeluarkan setiap kali mengganti baterai.
  7. Mudah digunakan. Baby monitor yang bagus haruslah easy to use alias mudah digunakan. Karena itu perhatikan buku manualnya untuk memastikan bahwa perawatan dan cara menggunakan baby monitor ini cukup mudah. Sebab, boleh jadi diantara pengasuh ada yang tidak terbiasa dengan monitor bayi.
  8. Garansi dan dukungan. Garansi adalah hal lain yang perlu diperhatikan, karena biasanya bervariasi antara produsen satu dengan yang lain. Baik jangka waktunya ataupun item yang dijamin. Misalnya garansi mungkin batal jika monitor bayi menggunakan sumber daya diluar ketentuan dll.

Video cara menggunakan monitor bayi

Akhirnya yang paling utama adalah perhatian orang tua itu sendiri pada anak bayinya. Karena sebagus apapun baby monitor, ia hanyalah alat bantu agar orang tua atau pengasuh selalu menjaga dan merawat bayinya dengan lebih baik.

Terima kasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar yang relevan.