Dewasa ini stress sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern, apalagi di kota-kota besar. Stress ada dimana-mana. Dirumah, dijalan, ataupun di tempat kerja. Banyak hal bisa menjadi penyebab stress, dari yang serius sampai yang sepele. Stress seolah sudah menjadi “anggota badan” yang tidak bisa dipisahkan.
Penyebab stress macam-macam. Bisa berupa kejadian traumatik seperti meninggalnya anggota keluarga, sakit berat, perceraian, PHK, masalah seksual, tidak lulus ujian dan lain-lain. Stress juga bisa disebabkan oleh kejadian sehari-hari yang berulang terus seperti kekhawatiran beban ekonomi, beban pekerjaan, kemacetan, hubungan yang tidak harmonis dengan tetanggga atau teman dll.
Selain yang berasal dari luar, sebab-sebab stress juga bisa muncul dari dalam diri sendiri. Orang yang selalu menuntut dirinya tampil sempurna diatas penampilan atau prestasi orang lain, menyukai kompetisi dll akan lebih mudah terkena stress. Penyebab stress yang seperti ini biasanya muncul pada orang yang terlalu ambisi, cita-cita terlalu tinggi, perfeksionis dll.
Penyebab stress selanjutnya adalah alasan situasional. Bila kita diperlakukan diskriminatif atau penuh syak wasangka karena ”alasan perbedaan” dari dalam diri kita, misalnya : suku, agama, ras, antar golongan, jenis kelamin, kelas sosial, dll, maka kita dapat merasa tertekan dan mengalami kesulitan untuk dapat beradaptasi atau bekerja secara baik.
Penyebab stress disekitar kita begitu banyak. Kita tak bisa lari menghindar dari stress. Tapi hidup dengan segudang stress setiap hari jelas bukan hal yang ideal.
Mencari cara mengatasi stress dan lalu mengelolanya adalah jalan keluar yang bijak. Pertanyaannya, bisakah kita mengelola stress, sehingga cukup hanya ”secangkir stress” yang kita reguk tiap hari ?



