Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia Yang Efektif

Pengertian insomnia atau susah tidur adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu mencukupi kebutuhan tidurnya, baik secara kualitas maupun kuantitas selama jangka waktu tertentu. Orang yang terkena insomnia akan mengalami kesulitan untuk tidur, atau kesulitan mempertahankan situasi tidurnya. Insomnia bisa menimpa siapa saja, tua-muda, laki-laki dan perempuan. Namun insomnia lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Macam-macam insomnia

Bedasarkan tipe tidurnya, ada 3 macam insomnia. Pertama, insomnia inisial yakni bila seseorang kesulitan tidur saat hendak memulai tidur. Kedua, insomnia intermitten yakni bila seseorang tidak mampu mempertahankan tidurnya atau sering terbangun saat ia tidur. Dan ketiga, insomnia terminal yakni seseorang terbangun terlalu dini dan tidak dapat tidur kembali (Potter, 2005).

Berdasarkan jangka waktu berlangsungnya ada 2 macam insomnia, yaitu insomnia akut (acute insomnia) dan insomnia kronis (chronic insomnia). 

Insomnia akut berlangsung dalam waktu yang singkat, yaitu antara 1 malam sampai beberapa minggu. Insomnia akut, adalah gejala yang paling umum terjadi dan biasanya diakibatkan oleh situasi seperti stres di tempat kerja, masalah keluarga, atau peristiwa traumatis. Sedangkan insomnia kronis yaitu bila penderita mengalaminya selama minimal 3 malam perminggu dan berlangsung selama 1 bulan atau lebih.

Berdasarkan penyebabnya ada dua jenis insomnia. Yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer bersumber dari masalah psikis / psikologis, seperti perubahan hidup yang dapat memicu insomnia primer, stres yang berkepanjangan dan pengaruh emosional,

Sedangkan insomnia sekunder, berarti merupakan efek samping dari suatu masalah medis seperti : kondisi kesehatan, pengaruh penyakit, pengaruh obat dan lain-lain.

Penyebab insomnia

Penyebab insomnia atau susah tidur ada dua macam, yaitu karena masalah medis dan karena masalah psikologis. Jika penyebab insomnia berkaitan dengan medis, maka yang dibutuhkan adalah penanganan secara medis oleh seorang dokter. Jika penyebabnya adalah masalah psikologis, maka yang diperlukan adalah penanganan oleh seorang psikiater.

Bila dijabarkan maka beberapa penyebab insomnia antara lain misalnya :

a. Bunyi atau suara : dalam keadaan normal, seseorang biasanya mampu menyesuaikan diri dengan bunyi atau suara sehingga tidak mengganggu tidurnya. Namun orang yang sedang ketakutan karena alasan tertentu, maka pada malam hari mungkin saja terbangun berulang-kali hanya karena suara yang halus sekalipun.

b. Suhu udara : Setiap orang ingin tidur pada suhu udara yang nyaman bagi dirinya. Bila udara terasa dingin ia akan memakai selimut dan bila udara terasa panas akan memakai pakaian tipis. Jika seseorang tidak merasa nyaman dengan suhu tertentu maka ia akan kesulitan untuk tidur.

c. Daerah dataran tinggi : Insomnia merupakan gejala yang umum dijumpai pada daerah dataran tinggi. Kondisi ini disebut mabuk udara tipis (mountain sickness). Misalnya terjadi pada pendaki gunung dengan ketinggian lebih dari 3500 meter diatas permukaan laut.

d. Mengkonsumsi makanan, obat atau hal lain yang mengganggu susunan saraf pusat : kondisi susah tidur atau insomnia dapat terjadi karena mengkonsumsi bahan-bahan seperti kopi dan teh yang mengandung kafein, alkohol, rokok yang mengandung nikotin dan obat pelangsing badan yang mengandung anfetamin dan lain-lain.

e. Masalah psikologis : Beberapa penyakit psikologis ditandai antara lain dengan adanya insomnia seperti pada gangguan afektif, gangguan neurotic, beberapa gangguan kepribadian, gangguan stress, pascatrauma dan lain-lain (Joewana, 2006).

Penyebab insomnia pada wanita

Penyebab insomnia dan cara mengatasi insomniaPada wanita, selain penyebab insomnia diatas, perubahan hormon juga dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur seseorang. Hormon progesteron pada wanita adalah hormon yang membuat seseorang dapat tidur. Pada saat menstruasi, dimana jumlah hormon ini menjadi berkurang, seorang wanita dapat mengalami insomnia. Demikian juga sebaliknya, pada proses ovulasi, peningkatan jumlah progesteron dapat meningkatkan rasa kantuk.

Banyak praktisi kesehatan menyimpulkan bahwa penyebab kesulitan tidur atau insomnia pada perempuan adalah karena perubahan hormon. Sekitar 80 persen perempuan mengalami insomnia di saat-saat kehamilan, siklus menstruasi atau menopause.

Akibat dan bahaya insomnia bagi kesehatan

Bahaya insomnia bagi kesehatan patut diwaspadai. Lebih dari seperempat jumlah warga Amerika dilaporkan tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Situasi tersebut dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

Akibat insomnia antara lain disebutkan di situs Wikipedia : sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Insomnia kronis – tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian.

Cara mengatasi insomnia yang efektif

Seperti telah dijelaskan dimuka, terdapat bermacam-macam insomnia. Untuk mengatasi insomnia yang bermacam-macam itu cara mengatasi insomnia yang baik seyogyanya melibatkan seseorang yang ahli. Sebab,mengatasi insomnia yang tepat dan efektif harus dirunut dari akar penyebabnya. Artinya, kalau disebabkan penyakit tertentu, untuk mengobatinya maka penyakitnya yang harus disembuhkan terlebih dahulu (Aman, 2005).

Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi insomnia ?

1. Hindari tidur siang atau sore hari

2. Jangan melakukan olahraga berat sebelum tidur

3. Hindari stress pada siang hari

4. Jangan bawa urusan pekerjaan ke tempat tidur

5. Mandi dengan air hangat 1- 2 jam sebelum tidur

6. Minum segelas susu hangat atau makan sedikit snack

7. Jauhi rokok, dan jangan mengkonsumsi alkohol

8. Kondisikan tempat tidur Anda sejuk, tenang, cukup gelap dan nyaman

9. Lakukan relaksasi, tenangkan pikiran

10. Hindari minuman yang mengandung kafein dan obat perangsang

11. Berdoa menurut agama masing-masing

Cara mengatasi insomnia yang efektif adalah dengan melibatkan seorang yang ahli dibidangnya. Jika dalam satu atau dua minggu Anda masih tidak dapat tidur, pergilah ke dokter. Pemeriksaan dari seseorang yang ahli seperti dokter atau psikiater akan dapat mengungkap penyebab insomnia yang menyerang diri Anda.

Insomnia sendiri bukanlah penyakit, tapi lebih merupakan sebuah syndrome. Meski demikian insomnia tidak boleh dianggap sepele. Berkaca dari dampak insomnia yang serius bagi kesehatan dan bahkan bisa menyebabkan kematian, maka sudah selayaknya kita aware dan mengerti tentang cara mengatasi insomnia yang efektif. Bahwa insomnia bukanlah penyakit itu sama sekali bukan alasan pembenaran untuk menganggap remeh insomnia. (Dari berbagai sumber)

Terima kasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar yang relevan.