Mencegah Pelecehan Seksual di Angkutan Umum

Pelecehan seksual Pengertian pelecehan seksual

Apa itu pelecehan seksual ? Pelecehan seksual adalah segala tindakan atau perilaku bermuatan seksual yang tidak diinginkan, yang membuat korban merasa tersinggung, dipermalukan, dihina dan atau terintimidasi sehingga mempengaruhi kondisi psikologisnya. Pelecehan seksual bisa menimpa pada pria dan wanita, serta bisa terjadi dimana saja seperti tempat kerja, sekolah, angkutan umum, pasar, atau bahkan di rumah.

Unsur yang menyertai terjadinya tindak pelecehan seksual adalah : peristiwa tersebut tidak dikehendaki oleh korban; kadang-kadang dilakukan dengan disertai janji, iming-iming atau pun ancaman; serta menimbulkan dampak psikologis, seperti rasa malu, marah, benci, dendam, terintimidasi, hilang rasa aman dan nyaman; dan lain-lain. 

Jenis-jenis pelecehan seksual

Pelecehan seksual yang sering terjadi di masyarkat bisa digolongkan pada lima jenis diantaranya :

1. Pelecehan fisik yaitu sentuhan yang tidak diinginkan mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, menepuk, memeluk, mencubit, mengelus, memijat tengkuk, menempelkan tubuh atau sentuhan fisik lainnya.

2. Pelecehan lisan yaitu ucapan, perkataan, komentar dan lain-lain yang tidak diinginkan tentang kehidupan pribadi atau bagian tubuh atau penampilan seseorang, termasuk lelucon dan komentar bermuatan seksual

3. Pelecehan non-verbal / isyarat yaitu bahasa tubuh dan atau gerakan tubuh bernada seksual, kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, menatap tubuh penuh nafsu, isyarat dengan jari tangan, menjilat bibir, atau lainnya

4. Pelecehan visual yaitu memperlihatkan materi pornografi berupa foto, poster, gambar

kartun, screensaver atau lainnya, atau pelecehan melalui email, SMS dan alat komunikasi elektronik lainnya

5. Pelecehan psikologis / emosional yaitu permintaan-permintaan dan ajakan-ajakan yang terus-menerus dan tidak diinginkan, ajakan kencan yang tidak diharapkan, penghinaan atau celaan yang bersifat seksual.

Mencegah pelecehan seksual di angkutan umum

Pelecehan seksual di angkutan umum seperti busway, kereta api, bis kota dan lain-lain semakin meningkat dari waktu ke waktu. Apalagi di kota besar seperti Jakarta. Padatnya arus penumpang angkutan umum pada pagi dan sore hari saat jam berangkat dan pulang kerja seolah menjadi target empuk para pelaku pelecehan. Meski pada dasarnya pelecehan tersebut bisa menimpa pria dan wanita, namun nyatanya kaum wanita lah yang banyak menjadi korban. Bentuk paling ekstrim dari pelecehan seksual adalah serangan seksual dan perkosaan.

Beberapa upaya telah dilakukan penyedia jasa angkutan umum untuk mencegah terjadinya pelecehan tersebut. Namun hasilnya belum maksimal. Para wanita pengguna jasa angkutan umum itu sering mengeluhkan masih terjadinya peristiwa pelecehan seks pada mereka. Nah, bagaimana sih cara mencegah pelecehan seksual di angkutan umum ? Apa yang mesti dilakukan para wanita agar terhindar dari pelecehan seks tersebut ?

Berikut beberapa tips mencegah pelecehan seksual di angkutan umum yang mungkin bermanfaat.

Memakai busana yang sopan

Jangan menggunakan pakaian yang seksi saat naik angkutan umum, seperti rok mini atau celana pendek yag ketat. Sebaiknya, pakailah busana yang sopan dan tidak mengundang birahi para pria yang melihatnya.

Namanya juga pencegahan, memang tidak ada jaminan bahwa memakai busana sopan dan tertutup bakal aman dari pelecehan seksual. Namun memakai busana yang sopan dan rapi dapat menimbulkan rasa segan orang lain untuk berbuat iseng.

Mengantri di jalur khusus

Berita baiknya adalah, moda trasportasi TransJakarta sudah memberlakukan jalur khusus untuk antri bagi para wanita. Nah manfaatkan jalur tersebut untuk antri saat naik busway. Jika kebetulan Anda berada di halte yang tidak memiliki jalur khusus wanita, atau moda transportasi lain yang belum menyediakan jalur khusus, sebaiknya Anda jangan memaksakan diri untuk berdesak-desakan.

Duduk di tempat khusus wanita

Saat berada di dalam busway, tempatilah di posisi yang dianjurkan yaitu bagian depan bus. Bagian depan bus memang telah diprioritaskan untuk wanita. Hal ini tidak lain untuk mencegah tindak pelecehan seksual ataupun hal lain yang tidak diinginkan.

Berdiri dalam kelompok

Jika terpaksa berdiri, maka berdirilah secara berkelompok bersama-sama dengan wanita lain. Sebisa mungkin jangan berdiri sendirian terpisah dari yang lain.

Waspadai ruang kosong di sekeliling pria

Bila ada ruang kosong di sekeliling pria sebaiknya waspada. Jangan-jangan ruang kosong itu sengaja dibuat untuk memudahkan niat jahil mereka.

Adukan kepada petugas ketika Anda dilecehkan

Jangan diam saja bila Anda merasa dilecehkan. Bila perlu berteriaklah agar jadi pusat perhatian. Pelaku biasanya jatuh mental bila si wanita memberi perlawanan. Selanjutnya adukan kejadian tersebut ke petugas. Laporan tersebut penting agar si pelaku pelecehan bisa langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas.

Pada dasarnya siapapun yang menjadi korban pelecehan seksual harus didorong untuk mengadukan dan melaporkan kejadian tersebut. Ini adalah bentuk penegasan bahwa perilaku pelecehan yang ditujukkan kepadanya tidak dapat diterima dan menyinggung harga diri.

Bisa dikatakan bahwa pelecehan seksual merupakan bentuk lain dari diskriminasi gender, dan melanggar hak asasi manusia. Pelecehan seksual merupakan sikap yang merendahkan bukan hanya martabat wanita, namun juga martabat manusia secara keseluruhan.

Mencegah pelecehan seksual di angkutan umum dengan demikian harus dilakukan secara serius dan menjadi perhatian semua pihak. Apalagi ke depan moda transportasi umum akan semakin penting artinya untuk mengurai benang kusut lalu lintas di ibukota.

2 thoughts on “Mencegah Pelecehan Seksual di Angkutan Umum

  1. kesalahan fasilitas yang diatur pemerintah tanpa memperhatikan keamanan bagi pengguna angkutan umum aturan dan kesadaran masyarakat belum baik maka akibatnya masyarakat itu sendiri yang terkena dampaknya oleh karena itu pemerintah harus tegas dalam menegakkan aturan pada pengusaha angkutan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melayani rakyatnya selagi aturan belum dijalankanakan akan terus terjadi pelecehan di dalam angkutan. wanitalah yang jadi korban dari aturan yang tidak jelas dibanding dengan negara tetangga kita ketinggalan 20 tahun coba renungkan mrt sing sudah ada sejak tahun 90an thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>