Cara Melindungi Anak Dari Dampak Negatif Game Online

Melindungi anak dari bahaya game onlineGame online sudah menjadi “hobby” baru bagi sebagian anak Indonesia. Permainan online tersebut sedikit demi sedikit menggeser beberapa permainan anak yang dulu sempat digemari. Beberapa jenis game online terbaru yang digemari anak misalnya : game memasak, naruto, point blank, counter strike, barbie, sepak bola, perang, balapan, game gta, game rpg dan lain-lain. Bukan hanya anak laki-laki, anak perempuan pun menyukai permainan online.

Sayangnya, tidak semua permainan online tersebut bermanfaat. Beberapa diantaranya berdampak negatif bagi anak-anak. Dampak negatif game online bagi anak itu sering merisaukan para orang tua. Sudah bukan rahasia lagi bahwa game online bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan psikologi anak.

Cara melindungi anak dari game online

Adalah kewajiban orang tua untuk selalu menjaga dan melindungi putra-putrinya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi anak dari dampak negatif game online :

  1. Jangan menyebarkan informasi penting secara sembarangan di internet. Informasi penting tersebut meliputi nama lengkap, alamat lengkap, nomor handphone, telepon rumah, serta data penting lainnya. Tujuannya adalah agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Lagipula, yang sedang dilakukan hanyalah sebuah permainan online. Tak ada urgensinya kita memberikan data pribadi, bukan ?
  2. Jika memanfaatkan layanan chatting suara secara langsung  (live voice chat), jangan lupa gunakan topeng suara (voice mask). Kegunaan topeng suara adalah untuk menyamarkan suara agar si pemilik tidak bisa ditebak jenis kelamin dan usianya. Dengan fitur voice mask suara seseorang bisa diubah menjadi suara robot atau suara orang dewasa. Tujuan layanan ini adalah untuk melindungi anak-anak dan perempuan dari tindakan yang tidak bertanggung jawab, seperti pelecehan dan-lain-lain.
  3. Fitur topeng suara tidak 100 persen aman. Kadang-kadang sebagian gamer malahan sengaja  memakainya untuk tujuan tidak baik. Gamer model begini ini yang harus dijauhi dan di waspadai. Gamer yang gemar nge-chat dibanding bermain game, sebaiknya dijauhi. Biar aman, saran kami, lebih baik jangan gunakan layanan live voice chat sama sekali.
  4. Perangkat game online banyak macamnya, ada yang dilengkapi dengan parental control dan ada yang tidak. Orang tua sebaiknya memperhatikan betul hal seperti ini. Bila perangkat game tidak dilengkapi dengan parental control, maka orang tua disarakan mengecek apa yang ditawarkan oleh game tersebut agar tidak beresiko bagi anak-anaknya.

Melindungi anak tidak cukup hanya sampai disitu. Berikut beberapa langkah lanjutan agar, anak “menjauh” dari game online, diantaranya :

  1. Mengisi waktu luang dengan kesibukan lain yang lebih positif. Misalnya kegiatan yang berhubungan dengan hobby si anak, ekstra kurikuler disekolah dan-lain-lain
  2. Ajak si anak untuk memperbanyak aktifitas fisik bersama-sama, baik dengan keluarga maupun dengan komunitas tertentu yang disukai.
  3. Berikan pengertian dan mindset bahwa ada banyak hal yang jauh lebih bermanfaat dari sekedar permainan online. Pada saat yang sama berikan sedikit gambaran mengenai bahaya game online bagi kesehatan, psikologi dan mental anak.

Seorang anak ibarat kertas putih yang masih kosong. Adalah wajar bila seorang anak yang lugu tidak menyadari bahaya game online. Apalagi bila anak itu masih kecil atau dibawah umur. Peran orang tua diperlukan untuk melindungi anaknya dari dampak game online itu. Sebab orang tua punya tanggung jawab untuk membimbing dan mengarahkan buah hatinya menuju masa depan yang lebih baik.

Terima kasih telah berkunjung. Silakan meninggalkan komentar yang relevan.