«

»

Jun 16 2012

Manfaat Terapi Musik Untuk Kesehatan

terapi musik untuk kesehatan

Terapi musik adalah pemakaian musik sebagai sarana terapi guna memperbaiki, menjaga, maupun meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosi seseorang. Terapi ini merupakan salah satu cara yang mudah dan bermanfaat bagi kesehatan, kecerdasan serta interaksi sosial.

Sekilas sejarah terapi musik

Manfaat terapi musik untuk kesehatan maupun hal lain telah dikenal sejak jaman dahulu. Sejarah diantaranya mengenal, ada dua ilmuwan yang ahli dalam bidang ini, yaitu Al-Kindi dan Al-Farabi.

Al-Kindi atau al-Kindus adalah ilmuwan yang hidup di jaman kekhalifahan Islam Abbasiyyah di Baghdad. Kepandaian Al-Kindi dalam menguasai berbagai ilmu, termasuk kedokteran, membuatnya diangkat menjadi guru dan tabib kekhalifahan. Khalifah juga mempercayainya untuk berkecimpung di Bait al Hikmah yang saat itu giat menerjemahkan buku-buku ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai bahasa, seperti Yunani.

Al-Farabi atau Alpharabius, memiliki nama lengkap Abu Nasr Muhammad ibn al-Farakh al-Farabi. Ia berasal dari Persia. Al-Farabi (873-950M) dalam bukunya Great Book About Musik, mengatakan bahwa musik membuat rasa tenang, sebagai pendidikan moral, mengendalikan emosi, pengembangan spiritual, menyembuhkan gangguan psikologis. Filsuf sekaligus pemikir besar Islam, Ibnu Sina (980-1037) menulis, ia mendapatkan banyak hal dari karya al-Farabi. Dia bahkan mengaku belajar musik dari al-Farabi dan mempraktekkannya. ‘’Salah satu perawatan terbaik dan paling efektif adalah memperkuat kekuatan mental dan spiritual pasien, dan memberinya lebih banyak keberanian untuk melawan penyakit,” ujar Ibnu Sina

Manfaat terapi musik untuk kesehatan

Musik adalah suara yang tertata dan teratur. Musik memiliki pengaruh mendalam pada fisik dan mental seseorang. Mendengarkan musik secara teratur sangat bermanfaat bagi kesehatan karena menghilangkan stress, depresi, pikiran dan tubuh menjadi rileks sehingga tubuh kembali bertenaga.

Apakah terapi musik dengan mendengarkan musik itu sama ? Jawabnya ternyata itu dua hal yang berbeda. Cheryl Dileo, profesor musik serta Direktur Pusat Penelitian Seni dan Meningkatkan Kualitas Hidup, Universitas Temple, Philadelphia, Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa, manfaat terapi musik dibandingkan mendengarkan musik seorang diri sangat berbeda jauh. “Mendengarkan musik seorang diri itu bukan terapi meski banyak orang yang mendengarkan musik mendapatkan manfaat positif, seperti lebih rileks dan memperbaiki mood,” katanya.

Dileo menambahkan, musik terapi membutuhkan bantuan orang lain yang sudah teruji kemampuannya untuk mengelola sebuah terapi. “Meski banyak orang yang mengaku paham bagaimana cara menikmati musik bagi diri sendiri, tapi di bawah kendali seorang pakar akan memberikan manfaat yang lebih besar. Terapi musik akan memberikan tenaga baru, mental yang segar, dan hubungan sosial yang hangat,” tuturnya.

Manfaat terapi musik untuk kesehatan sesungguhnya sangat banyak. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya untuk kesehatan yang utama.

Pertama, membuat fisik dan pikiran lebih rileks

Manfaat terapi musik yang pertama kali dirasakan adalah rasa rileks, fisik dan pikiran jadi lebih segar, serta lebih bertenaga. Sehingga, membuka kesempatan bagi fisik dan pikiran untuk menjalani proses relaksasi secara utuh.

 Kedua, terapi musik meningkatkan kecerdasan

Dalam terapi ini sangat dikenal istilah Efek Mozart, yaitu sejumlah efek positif penggunaan musik untuk meningkatkan kecerdasan seseorang, terutama anak-anak. Efek Mozart telah banyak dikaji oleh para ilmuwan, salah satunya Frances Rauscher dkkdari Universitas California. Sejumlah riset membuktikan bahwa saat bayi dalam kandungan dan balita adalah saat yang paling baik untuk merangsang kecerdasan anak. Sebab, itulah saat otak anak sedang dalam masa pembentukan, sehingga sangat baik apabila mendapatkan terapi.

Ketiga, terapi musik meningkatkan gairah dan motivasi

Apa jadinya hidup bila tanpa gairah dan motivasi ? Tentu kita tak punya semangat untuk beraktifitas. Gairah atau motivasi adalah “kekuatan” yang muncul karena dorongan tertentu. Apabila ada gairah dan motivasi, semua hal menjadi mungkin untuk dilaksanakan, dan sebaliknya.  Sejumlah riset menunjukkan, terdapat jenis musik tertentu bisa meningkatkan gairah dan motivasi seseorang.

Keempat, meningkatkan daya ingat

Pada sekolah-sekolah di banyak negara maju seperti di Amerika dan Eropa, terapi musik banyak digunakan untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Sedangkan di pusat rehabilitasi, terapi ini banyak digunakan untuk menangani masalah kepikunan dan penderita sakit lupa berat.

Kelima, bisa mengurangi rasa sakit

Direktur Cancer Treatment Centers of America, Katherine Puckett menyatakan, meski ia tak punya sertifikat menjadi ahli terapi musik, dia dan stafnya selalu menggunakan musik untuk membatu pengobatan pasiennya. “Semua orang pasti suka musik. Kamu tak akan sakit jika suka musik. Musik membuat rileks, nyaman, dan tenang. Tubuh yang rileks bisa membantu mengurangi rasa sakit, termasuk rasa sakit dari proses penyembuhan kanker,” ujar Puckett.

Keenam, terapi musik menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan

Menurut penelitian para ahli, rangsangan musik bisa membantu menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. Jika otak kiri dan kanan seimbang, maka organ tubuh lainnya juga jadi lebih seimbang dan lebih sehat. Itulah mengapa, keluarga yang menyadari pentingnya keseimbangan otak kiri dan otak kanan, banyak memberi pendidikan tambahan di bidang musik untuk anak-anak mereka.

Selain itu manfaat terapi musik lainnya adalah : meningkatkan kreatifitas, meningkatkan konsentrasi, mengatasi gangguan autis pada anak kecil, serta meningkatkan kemampuan berbahasa. Tertarik untuk mencoba terapi ini ?

1 ping

  1. Tips Mudah Mengatasi Stress | Dinda's Personal Blog

    [...] * Cari hiburan dengan menonton tv/mendengarkan musik. [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>