«

»

May 14 2012

Kriteria Rumah Sehat Sederhana

Salah satu masalah besar negeri ini adalah tersedianya perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah. Bagi mereka, sebuah rumah sederhana yang murah dan memenuhi kriteria rumah sehat adalah barang mewah yang masih sulit untuk diwujudkan. Rumah sederhana yang sehat dengan harga murah adalah harapan bagi solusi masalah perumahan di negara ini.

kriteria rumah sehatPerumahan bagi masyarakat menengah ke bawah sejatinya adalah masalah lama yang belum terpecahkan. Masalah perumahan itu bisa kita ketahui misalnya dari laporan Departemen Kesehatan RI tahun 2006, yang menyatakan bahwa untuk tingkat nasional, kondisi rumah yang memenuhi kriteria rumah sehat hanya sekitar 43,89%. Artinya, sebagian besar rumah di Indonesia tidak memenuhi kriteria rumah sehat.

Hmmm . . . jadi penasaran, apa sih sebenarnya kriteria rumah sehat itu ?

Beberapa kriteria rumah sehat

Dari sejumlah sumber yang kami rangkum terdapat beberapa kriteria minimal yang harus ada agar sebuah rumah disebut sebagai rumah sehat.

Pertama, rumah sehat secara fisik misalnya memiliki ventilasi udara dan ventilasi cahaya, lantai yang kering, atap tidak bocor, sanitasi yang baik, fasilitas MCK yang bersih dll. Kriteria rumah sehat secara fisik pada umumnya terkait dengan pencegahan munculnya penyakit dan penularannya .

Kedua, rumah sehat secara psikologis misalnya setiap anggota keluarga memiliki privacy yang memadai, antar sesama anggota keluarga terjalin komunikasi yang sehat, dll.

Ketiga, kriteria rumah sehat dari segi security, yaitu memenuhi syarat pencegahan terjadinya kecelakaan baik dari luar maupun dari dalam. Misalnya jarak rumah dari garis sempadan jalan, kontruksi bangunan yang cukup kokoh, antisipatif terhadap bahaya kebakaran, dll.

Keempat, kriteria rumah sehat dari segi lingkungan misalnya lingkungan yang aman, terhindar dari polusi suara atau kebisingan yang mengganggu, tetangga yang kooperatif dan korektif dll.

Rumah sederhana dengan kriteria rumah sehat

Terminologi masyarakat menengah ke atas atau masyarakat menengah ke bawah sedikit banyak dikaitkan dengan jumlah penghasilan per bulan seseorang. Pertanyaannya, mungkinkah seseorang dengan penghasilan upah minimum regional (UMR) misalnya mendapatkan fasilitas kredit perumahan rakyat (KPR) untuk mendapatkan rumah sederhana yang memenuhi kriteria rumah sehat yang diidamkannya ?

Secara teori, rumah sederhana yang memenuhi kriteria rumah sehat tidak harus mahal. Sebuah rumah sederhana dengan harga murah sangat mungkin untuk dibangun dengan tetap memenuhi kriteria rumah sehat. Apalagi bila dibangun di daerah pinggiran kota (sub-urban). Masalahnya istilah “harga” adalah sesuatu yang pengertiannya sangat relatif, dan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.  Murah buat si A bisa jadi dianggap mahal untuk si B dst.

Namun premis dasarnya adalah sesuatu yang sederhana biasanya masih tetap lebih murah dibandingkan dengan yang tidak sederhana. Betul ? Sehingga, rumah sederhana yang sehat atau rumah sehat sederhana tetap dicari dan diidam-idamkan apalagi oleh masyarakat menengah ke bawah. Kiranya, rumah sehat sederhana adalah jawaban yang paling realistis sebagai solusi masalah perumahan di negara kita ini.

2 comments

  1. Jasa Arsitek Rumah

    Artikel yang sangat bagus dan bermanfaat. Senang sekali berkunjung ke blog anda ini. Teruslah semangat berbagi hal positif ini. Salam kenal dan semoga sukses selalu

  2. martinmuhalhilal

    artikel yang bermanfaat, senang berkunjung kesini. tx ntuk artikelnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>