«

»

Jun 06 2012

Doa Mohon Diberikan Anak (Kisah Nabi Zakaria)

Doa mohon diberi keturunanPasangan suami-istri yang ingin cepat hamil dan memiliki anak dianjurkan untuk selalu bermunajat memohon kepada Allah Swt dan berdoa agar diberi anak  atau keturunan. Selain itu mereka harus tetap senantiasa berikhtiar dan tidak berputus asa. Dalam kitab suci Al Qur’an surat Maryam 1 – 15 terdapat kisah Nabi Zakaria As berdoa kepada Allah Swt mohon diberikan anak atau keturunan sebagai pewaris dan penerus  risalah kenabian beliau. Kisah ini kami kutip dari buku Qishashul Anbiya’ karangan Ibnu Katsir yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Berikut kutipannya :

Dalam kitab-Nya, Al Qur’an, Allah Swt berfirman :

Kaaf haa yaa ‘ain shaad. (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria. Yaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku[1] sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang putera yang akan mewarisiku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub. Dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan beroleh seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengannya.

Zakaria berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku sedang istriku adalah seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.

Tuhan berfirman, “Demikianlah”.

“Hal itu adalah mudah bagi-Ku. Dan sesungguhnya Aku telah menciptakanmu sebelum itu padahal kamu pada waktu itu belum ada sama sekali”.

Zakaria berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”.

Tuhan berfirman, “Tanda bagimu adalah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.

Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu memberi isyarat kepada mereka, “Hendaklah kalian bertasbih pada waktu pagi dan petang”.

Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak, serta rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian dari dosa. Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali (Q. S. Maryam 1 – 15).

[1] Keterangan : Yang dimaksud oleh Zakaria dengan mawali adalah orang-orang yang akan mengendalikan dan melanjutkan urusannya, sepeninggalnya. Yang dikhawatirkan Zakaria adalah kalau mereka tidak dapat melaksanakan urusan itu dengan baik, karena tidak seorang pun diantara mereka yang dapat dipercaya, oleh sebab itu ia meminta agar dianugerahi seorang anak.

Kutipan kisah Nabi Zakaria itu mengajarkan kepada kita semua agar kita senantiasa berikhtiar dan berdoa memohon kepada Allah Swt dengan tanpa putus asa. Yaitu berdoa dengan penuh ikhlas dan kesungguhan hati agar keinginan untuk memiliki anak atau keturunan itu bisa dikabulkan. Allah Swt Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Insya Allah, doa kita semua akan dikabulkan-Nya. Amin.

Selanjutnya, silakan kunjungi Tips Hamil DISINI. Ini adalah link atau tautan situs yang membahas cara cepat hamil. Yaitu situs seputar informasi kehamilan yang berguna dari ahli yang lebih berkompeten.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>